Ada begitu banyak teori komunikasi bertebaran. Namun, terdapat satu teknik yang terbukti lebih efektif dibanding teknik lainnya, yaitu lebih banyak mendengar daripada berbicara.

Itulah hikmah mengapa kita dikaruniakan dua telinga dan hanya satu mulut.

Pendengar yang baik tidaklah sekadar mendengarkan. Ia sungguh-sungguh menyimak, mampu memahami pesan yang disampaikan orang lain. Di samping itu, sang pendengar sanggup menunjukkan bahwa ia benar-benar memahami perasaan mereka. Bahkan peduli juga terhadap apa yang orang lain katakan.

Oleh karena itu, sesungguhnya mendengarkan adalah pekerjaan yang sulit.

Manusia biasanya memiliki kemampuan mencerna 400-700 kata per menit. Tetapi ternyata ketika berbicara, manusia hanya mampu mengeluarkan 120-150 kata per menit.

Sebab itu, ada bagian otak kita yang masih belum termanfaatkan ketika mendengarkan penuturan orang lain. Apabila bagian tersebut tidak dikelola dengan tepat, pikiran kita pun akan mengembara kemana-mana. Pada akhirnya, konsentrasi terganggu. Dan di situlah kita gagal menjadi pendengar yang baik.

Terlebih, saat itu kita tengah merasa kelelahan, bosan, sedang tergesa-gesa, atau tidak mengerti apa yang orang lain katakan.

Walau terbilang sulit, bukan berarti aktivitas mendengarkan tidak bisa dilatih. Berikut ini adalah 10 cara mudah yang dapat membantu Anda menjadi pendengar yang baik:

  1. Pusatkan pikiran Anda. Tetaplah berkonsentrasi dan perhatikan segala fakta, ide, serta hal-hal detail yang orang lain sampaikan.
  2. Berikan stimulan kepada pembicara. Sesekali anggukanlah kepala sebagai bukti bahwa Anda menyimak dan memahami pembicaraan. Bila perlu, mendekatlah pada pembicara dan jagalah tatapan Anda padanya.
  3. Buatlah catatan. Apabila memang dirasa penting, buatlah catatan secara rinci mengenai apa yang orang lain sedang katakan.
  4. Hilangkan hal-hal yang mengganggu konsentrasi. Untuk sejenak, lupakanlah utang atau tanggungan hidup Anda lainnya. Keluarlah sementara dari kesibukan yang memadati pikiran Anda. Mematikan gadget pun tak ada salahnya.
  5. Perhatikanlah hal-hal yang diungkapkan secara tersirat. Cermatilah emosi pembicara ketika ia sedang menyampaikan sesuatu. Apakah ia sedang marah, gelisah, sedih, bahagia, ketakutan, atau emosi lainnya.
  6. Gunakanlah intuisi. Dan percayalah pada apa yang Anda rasakan ketika orang lain berbicara.
  7. Perhatikan tanda-tanda non-verbal. Lihatlah bahasa tubuh lawan bicara Anda. Terkadang bahasa tubuh memperlihatkan sesuatu yang tidak mampu diungkapkan dengan kata-kata.
  8. Perhatikan apa yang sebenarnya ingin dikatakan orang lain. Seseorang kadang kala sulit mengatakan apa yang sesungguhnya mereka pikirkan. Tidak semua orang pandai berbicara, bukan?
  9. Jangan berburuk sangka. Tetaplah berpikiran terbuka. Dengarkanlah dahulu seluruh penjelasan lawan bicara Anda. Hindari terburu-buru memotong pembicaraan, apalagi lekas menghakiminya.
  10. Jangan menyela. Tahanlah diri Anda dari menyodorkan jawaban atau solusi secara tiba-tiba. Apalagi jika Anda tidak diminta untuk menyuguhkannya. Sebagian orang menganggap, 50% masalah mereka selesai hanya dengan menceritakan seluruh ganjalan hatinya.

Para ulama salaf juga memberikan contoh cara menjadi pendengar yang baik sebagai sebuah adab bagi sesama muslim.

Imam Hasan Al-Bashri pernah berpesan,

Apabila engkau sedang duduk berbicara dengan orang lain, hendaknya engkau bersemangat mendengarnya, melebihi semangat engkau berbicara. Belajarlah menjadi pendengar yang baik sebagaimana engkau belajar menjadi pembicara yang baik. Janganlah engkau memotong pembicaraan orang lain.

Atha bin Abi Rabah pun berkata,

Ada seseorang laki-laki menceritakan kepadaku suatu kisah. Maka aku diam untuk benar-benar mendengarnya, seolah-olah aku tidak pernah mendengar kisah itu. Padahal sungguh aku pernah mendengar kisah itu sebelum ia dilahirkan.

Selamat mencoba 10 tips di atas. Berusahalah melatih kemampuan mendengar Anda setiap hari. Sebagaimana jenis keterampilan lainnya, semakin banyak berlatih, tentu Anda akan semakin mahir.